Kepingan Bintang Yang Hilang - Kenangan

Photo by Greg Rakozy on Unsplash





20 tahun telah berlalu, saat kau masih bersamaku. Semoga kau tenang di sisinya, purnamasari.

Hari-hariku sepi, semenjak kau tiada. Kenangan dalam rumah terasa begitu nyata. Selalu terbayang olehku, kau duduk dikursi tunggal dekat pintu, sembari menekuk kakimu keatas, ketika aku masuk ke rumah.

Kau selalu menyambutku dengan hangat sepulang kerja, tidak lupa selalu tersaji teh hangat di atas meja yang terbuat dari kayu jati tersebut.

Sungguh kau istri yang pengertian, hingga saat ini aku belum terpikir untuk mencari penggantimu, purnamasari.

Namamu selalu terucap oleh bibir ini di setiap do'a, semoga kau tenang disisinya.

Aku masih terikat oleh bayangmu, rasa salah dan dosaku tak bisa hilang begitu saja. Maaf, aku bukan suami yang baik untukmu, aku tidak bisa menjagamu dengan baik.

Sudah dulu ya, aku baru ingat hari ini harus ke kantor. Aku pamit pergi ke kantor dulu sekarang, ada jadwal bertemu dengan para calon pegawai baru hari ini. Maaf, tidak bisa menemanimu di rumah seperti biasa.

Aku tidak kuasa mengenangmu begitu dalam, setiap sudut ruang selalu terbayang olehmu. Doakan aku, supaya mendapatkan pegawai yang sesuai.

**

Hallo, purnamasari. Semoga kau mendengar keluh kesahku saat ini.

Seperti halnya dahulu kala, saat kau masih disini mendampingi. Mungkin, kita sudah berbeda alam. Aku harap kau mendengarku.

Hari yang melelahkan buatku purnamasari, cape rasanya harus mewawancarai orang satu persatu. Jika kamu masih ada, mungkin aku bagi denganmu. Biar kamu merasakan seperti apa, tidak hanya diam menertawakanku ketika sedang cape pulang kerja.

Dari 20 orang yang hadir aku sudah memilih 3 orang kandidat yang sesuai, 2 orang pria dan 1 orang perempuan.

Entah kenapa orang-orang pada jaman sekarang susah sekali untuk serius. Taukah purnamasari, dari 200 email yang aku kirim hanya 20 orang yang hadir. Miris rasanya!

Mungkin 3 orang tersebut merupakan kandidat yang tebaik, mulai dari keseriusan, disiplin waktu, dan loyalitas yang tinggi.

Namun aku bingung purnamasari, harus memilih siapa. 3 orang kandidat tersebut sangatlah seimbang dalam segalanya. Andai kau masih ada, mungkin aku akan minta pendapat kepadamu purnamasari. Seperti hal biasanya, aku selalu meminta pendapatmu ketika sedang bingung dan tidak tau harus berbuat apa. Tapi semua itu kini tinggal Kenangan.

0 Comments

Posting Komentar

Selamat datang di Genmugn.my.id, silahkan beri komentar Anda di artikel ini, berkomentarlah yang sopan dan sesuai isi artikel