Hari Pahlawan Nasional Indonesia, dan Pahlawan Sejati



Pahlawan merupakan orang yang berani berjuang dan rela berkorban dalam membela kebenaran.

Kata Pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta. Phala-wan, yang artinya menghasilkan dari dirinya buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama.

Beda halnya lagi dengan Pahlawan Nasional, di Indonesia tercatat pada November 2010 terdapat 149 orang pahlawan.

Seiring berjalannya waktu jumlahnya bertambah menjadi 179 orang yang telah dianugerahi gelar pahlawan oleh negara secara resmi pada tahun 2018 lalu.

Jumlah tersebut terbilang sangat banyak dan mungkin akan terus bertambah.

Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia merupakan pemilik pahlawan pejuang terbanyak didunia.

Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada para pejuang yang berjasa dan mengabdi kepada Negara Republik Indonesia, berjuang dalam Negara Indonesia dan merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

Untuk menghormati jasa para pahlawan nasional tersebut maka ditetapkanlah melalui Keppres No. 316 Tahun 1959, 16 Desember 1959, yang melahirkan sebuah Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap tahun pada tanggal 10 November.

Sejatinya, hari pahlawan ini untuk memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945, yang dimana para tentara dan milisi Indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan Revolusi Nasional Indonesia.

Namun, pada saat hari pahlawan kita sering lupa akan pahlawan sejati yang ada.

Merekalah yang selalu menciptakan bibit-bibit unggul dan berkorban setiap waktu.

Orang tua namanya, mereka berjuang dan bertaruh nyawa ketika seorang anak dilahirkan.

Membesarkan tanpa pamrih, hanya untuk melihat serta menjadikan seorang anak tumbuh besar dan berguna untuk orang banyak.

Pernahkah terdengar dari orang tua sebuah kata, "Makanlah nak ibu/bapak sudah kenyang" atau ketika seorang anak membawa sebuah makanan dan menawarinya terdengar sebuah kalimat "Buat kamu aja nak, ibu/bapak sudah kenyang".

Sebuah ucapan yang menyenangkan bukan, yang sebenarnya dalam hati kecil orang tua ingin terhadap makanan tersebut.

Mereka berkorban seperti itu hanya untuk anaknya, para orang tua harus memastikan anaknya bisa mendapat asupan gizi yang bagus agar bisa tumbuh lebih baik dari dirinya.

Kalau kita bisa mengingat dan memutar waktu, berapa banyak pengorbanan orang tua kepada anaknya ya?

Mulai dari melahirkan, menyusui, mengajarkan bicara, berjalan, hingga masuk sekolah, harus membiayai sekolah, dan memikirkan bagaimana anaknya bisa mandiri.

Bahkan setelah berkeluarga pun sebagian orang tua masih memikirkan anaknya, tidak peduli orang tua tersebut dalam kondisi kesusahan atau tidak. Mereka selalu memikirkan anaknya! Anaknya anaknya baru dirinya. Sebuah pahlawan sejati yang tak kenal lelah dalam berkorban.

*Orang tua tidak mengharapkan uangmu, rumahmu, hartamu. Tapi kabar dan dirimu sebagai anak!  Ada sebuah pribahasa, "satu orang tua bisa mengurus 10 anak, tapi 10 anak belum tentu biasa mengurus satu orang tua".

Semoga manusia ini berumur panjang dan bisa diberikan kesempatan untuk membuat film mengenai sosok pahlawan sejati bernama orang tua ini. Banyak sekali perspektif yang belum diketahui seorang anak terhadap orang tuanya begitupun sebaliknya.

Mungkin manusia ini harus melakukan penelitian lebih lama agar bisa mendalami, mengamati dan merasakan.

Selamat hari pahlawan. Buatmu para orang tua dimanapum berada, I Love you!

0 Comments

Posting Komentar

Selamat datang di Genmugn.my.id, silahkan beri komentar Anda di artikel ini, berkomentarlah yang sopan dan sesuai isi artikel